Minggu, 22 April 2018

review SIASAT BEREBUT ISTANA tanggal 18 April 2018


Siasat berebut istana
Mereview acara mata najwa tanggal 18 april  2018
Dengan pemilik acara mata najwa
najwa shibab
Hari pemilihan presiden masih cukup lama tapi kesemaraknya sudah sangat terasa namun nama baru dalam di goreng rezim dan komposisi sudah saling memuji dan mencoreng kata – kata di hamburkan ke berbagai penjuru untuk mengatrol jagoan atau menikam seteru. Satu sama lain saling melirik dan memburu entah mana yang benar dan mana yang palsu. Di tengah banjir kini jurkam akankah nasib rakyat masih buram, inilah mata najwa “SIASAT  BEREBUT ISTANA “
Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy menyebut sejumlah pertemuan terjadi antara Jokowi-Prabowo. Menurutnya, pertemuan itu untuk membicarakan jalan tengah untuk menurunkan suhu politik yang makin panas. Salah satu isi pertemuan koalisi pasangan Jokowi-Prabowo di Pilpres 2019. Tapi cerita ini dibantah Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono. Gerindra sudah menetapkan Prabowo Subianto sebagai capres 2019. Tuan rumah Mata Najwa, Najwa Shihab berkali-kali bertanya mana yang benar? Hari pemilihan presiden masih cukup lama tapi semaraknya sudah sangat terasa. Nama-nama baru dan lama mulai digoreng, rezim dan oposisi saling memuji dan mencoreng.Kata-kata dihamburkan ke berbagai penjuru untuk mengatrol jagoan atau menikam seteru. Satu sama lain saling melirik dan memburu, entah mana yang benar dan mana palsu. Di tengah banjir gimmick para jurkam, akan kah nasib rakyat masih akan buram? Prabowo Subianto akhirnya nyatakan menerima mandat partai untuk maju di Pilpres 2019. Namun akan kah "rematch" Jokowi-Prabowo ini menghasilkan koalisi yang sama seperti Pemilu 2014? Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, "PKS pasti bersama Gerindra." Sekjen PAN Eddy Soeparno, "Sampai hari ini kami masih bersama pemerintah (Jokowi)." Ketua Umum PPP Romahurmuziy, "Jokowi sulit dikalahkan, karena adanya pembuktian tingkat pertumbuhan ekonomi yang membaik." Sementara pengamat politik Hanta Yudha menilai, "Pernyataan Prabowo Subianto masih dinamis." Bisa saja Prabowo tidak maju dalam Pilpres 2019. Adu argumen terjadi di meja Mata Najwa soal kaos bertuliskan #2019GantiPresiden .
Partai oposisi menganggap kaos ini bikin panik Presiden Jokowi terlihat dari respon Jokowi atas hastag yang tersebar di media sosial ini. Tapi reaksi Jokowi ini dibela oleh Ketua DPP Golkar, Ace Hasan Syadzly. Menurutnya reaksi Jokowi terhadap #2019GantiPresiden tidak serius. Itu sekadar candaan saja. Politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu nyeletuk, "Kaosnya sudah muncul, tapi orang (capres)-nya tak muncul-muncul." Pengamat politik dari Poltracking Indonesia, Hanta Yudha menikai perang retorika jelang Pilpres sah-sah saja, termasuk kampanye #2019GantiPresiden vs #OgahGantiPresiden2019. Sebab saat ini memang waktunya untuk memperebutkan suara dari masyarakat. Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais mengeluarkan pernyataan kontroversial tentang partai setan. Pernyataan ini yang membuatnya dilaporkan oleh Ormas Cyber Indonesia ke kepolisian karena dianggap meresahkan dan bisa memecah belah bangsa. Sekretaris Jenderal PAN, Eddy Soeparno masih mempertanyakan sumber berita. Lebih lanjut, Eddy mengatakan itu merupakan bahasa simbolik karena tak ada pihak yang dituding. "Ini tausiyah tak ada muatan politik di dalamnya." Selain itu, Eddy juga mengatakan Amien sangat vokal sejak era reformasi. Menurutnya, pernyataan Amien Rais ini sudah dipolitisasi dan menjadi heboh di masyarakat. Di pihak lain, Ketua DPP Golkar, Ace Hasan Syadzily mengatakan agar tokoh sekelas Amien Rais perlu menjaga kata-kata ketika berhadapan dengan publik. "Jangan menimbulkan pemahaman yang macam-macam. Kita harus menghindari politisasi isu SARA." Tabloid Obor Rakyat sempat menjadi perbincangan pada Pilpres 2014 silam. Media ini dituduh menyebarkan berita bohong dan ujaran kebencian. Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy mengaku pernah ditawarkan untuk menyunting informasi-informasi di media tersebut. Tapi politisi yang akrab dipanggil Romi ini menolaknya.
Menurut Romi kampanye hitam bisa saja dilakukan di Pilpres 2019 mendatang. Isu yang dimainkan antara lain soal komunisme. Tapi dia mengingatkan agar semua kubu menjaga kontestasi ini dengan damai. Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Poyuono mengatakan saat hoax soal komunisme menyebar di Pilpres 2014 Prabowo meresponnya. Kata dia, Prabowo tidak suka dan marah besar dengan penyebaran isu komunisme lewat Obor Rakyat. "Prabowo tak suka, dia tahu dan marah besar. Dia tidak mau." Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera tidak menyangkal adanya kepercayaan masyarakat dengan isu komunisme. Kata dia, hal ini bisa ditunjukkan dalam kebijakan pemerintah. "Tapi kami tak mau bahas itu, karena debatable." Hal lain yang menjadi perdebatan adalah kebijakan Tenaga Kerja Asing. Kebijakan ini dianggap memudahkan tenaga kerja dari luar negeri, khususnya Cina, untuk bekerja di Indonesia. Namun politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu serta merta mendebat, "Ini soal tenaga kerja asing atau tenaga kerja Cina? Jangan dipersepsikan demikian dong."
Anti-Islam
Pro-komunis
Pro-RRC
Tiga stigma yang ditudingkan pada Jokowi, menurut Ketua Umum PPP Romahurmuziy.
"Padahal kenyataannya tidak seperti itu. Jokowi dinyatakan tidak merangkul kelompok 212, tapi nyatanya Jokowi sholat bersama kelompok 212 ketika mereka berdemo." Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mendebatnya. "Kami selalu siap bila diundang ke istana." Perang retorika dan stigma menjadi bahasan para narasumber Mata Najwa. Presiden Jokowi dituduh menggunakan fasilitas negara dengan melibatkan perangkat negara untuk bagi-bagi sembako. Selain itu, dalam pembagian sertifikat tanah dengan menyelipkan fotonya. Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Poyuono menilai pembagian sembako ini merupakan cerminan dari persoalan harga sembako yang tinggi. "Kalau Presiden bagi sembako, banyak yang mau. Ini sembako mahal, rakyat tak mampu beli." Bagaimana reaksi politisi pendukung Presiden Jokowi terhadap tudingan ini?
Menutup Mata Najwa: Siasat Berebut Istana,  Inilah Catatan Najwa
Istana adalah mimpi semua politikus, iming-iming tahta memang amat membius.
Demi berkuasa semua sudi bertungkus lumus, bersiasat dengan memakai segala rumus.
Delapan penjuru dikepung berbagai jurus, sedikit yang sudi memakai jalan lurus.
Dengan kerja nyata atau hanya retorika, tak jarang menghalalkan segala cara.
Di hadapan megahnya bujuk rayu kuasa, rezim dan oposisi sama dan serupa belaka.
Ruang publik pun sesak oleh serbuan citra, dari mereka yang memperebutkan istana.
Rakyat berada di tengah pertunjukan, digiring berseteru di kancah pertarungan.
Semoga kita semua dapat dijauhkan, dari perang yang nihilkan substansi persoalan.

Jumat, 13 April 2018

review AMUK MASSA tanggal 11 april 2018


Amuk Massa
Mereview acara mata najwa tanggal 11 april  2018
Dengan pemilik acara mata najwa
najwa shibab
Peristiwa amuk massa di Cikupa, Tangerang pada 11 November 2017, menjadi memori pedih yang sulit dihapus dari ingatan M dan R.
R mengisahkan, sebelum peristiwa Cikupa terjadi, hubungannya dengan M telah terjalin sekitar 1,5 tahun, “saat ini ini kami sudah menikah, kami pacaran 1,5 tahun dan memang sudah merencanakan pernikahan.” Tutur R.
Saat peristiwa amuk massa di Cikupa, M mengaku baru tinggal di daerah tersebut selama 2 minggu. “Karena baru 2 minggu, belum kenal siapa-siapa dan belum sempat sosialisasi.
Sementara R mengaku, cukup jarang singgah ke kontrakan M. Pada Sabtu malam (11/11/2017), R datang untuk mengantarkan makanan ke kontrakan M, “Saya waktu itu membawa nasi dan telur dadar, masak sendiri dari rumah. Dan pada saat itu ada orang datang mengetuk pintu.”
Hingga peristiwa amuk massa terjadi pada Sabtu malam, M dan R digerebek warga karena dituduh berbuat asusila, bahkan M dan R dipaksa telanjang hingga video peristiwa ini viral di media sosial.
Akibat kejadian ini, kondisi psikologis M dan R terpukul dan harus menjalani konseling hingga saat ini. “Saya belum kembali bekerja.” ungkap R, “masih ingin tenang di rumah, belum ada aktivitas yang kami lakukan. Masih didampingi terus oleh pihak kepolisian.” M korban amuk massa.
Polisi telah tetapkan 6 orang tersangka, pelaku pengeroyokan atas pasangan M dan R di Cikupa, Tangerang, yang saat ini telah diadili dan menanti vonis pada 12 April 2018. Ironisnya, diantara 6 tersangka ini adalah ketua RT dan ketua RW setempat, yang diduga sebagai aktor intelektual dibalik peristiwa amuk massa.
Kapolresta Tangerang AKBP HM Sabilul Alif, menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan hasil penyidikan, bahwa ketua RT menggedor pintu kontrakan M, menuding M dan R telah melakukan perbuatan asusila, dan melakukan aksi main hakim sendiri.
“Motif ketua RT itu karena mau ada sanksi sosial, karena dia merasa seorang tokoh yang punya wewenang untuk memberikan sanksi.” ungkap AKBP HM Sabilul Alif.
Mengalami perlakukan kasar dan tudingan yang mempermalukan, keluarga korban M dan R menyerahkan ganjaran atas para pelaku pada hukum yang berlaku.
“Saya serahkan ke polisi dan pengadilan untuk hukum, saya mau yang setimpal saja, Kalau bisa cukup ini saja kejadian persekusi ini di Indonesia, ke depan jangan ada lagi. Negara kita kan negara hukum, semua ada aturannya.” ungkap N ayah korban R.
1 Agustus 2017 menjadi hari yang tragis bagi Muhammad Al Zahra atau yang akrab disapa Zoya. Dituduh mencuri amplifier atau pengeras suara di sebuah mushala, di kawasan Babelan, Bekasi, Jawa Barat, Zoya tewas dihakimi massa.
Siti Zubaidah, istri Zoya mengaku tak menyangka suaminya melakukan tindak pidana. Di mata Zubaidah, Zoya dikenal sebagai sosok suami yang bertanggung jawab dan pekerja keras. Kematian Zoya menjadi pukulan berat bagi keluarganya.
“Saat ini, sehari-hari saya menjalani hidup dari para relawan yang sudah membantu saya dan keluarga.”
Zubaidah dan buah hati yang kini kehilangan tulang punggung keluarga hanya bisa bertanya, kenapa massa tega menghabisi nyawa suaminya?
Ditinggal sang suami yang tewas dihakimi massa, meninggalkan kesedihan mendalam bagi Zubaidah. Ia kini harus berjuang sendiri membesarkan seorang anaknya. “Saya sulit menjelaskan kepergian suami kepada anak saya, biasanya suami saya sering salat bareng bersama anak saya, itu yang sering ditanyakan anak saya.”
Namun Zubaidah tak mau larut dalam kesedihan. Hidup terus berjalan, dan motivasi untuk membesarkan buah hatinya menguatkan Zubaidah menghadapi cobaan. Zubaidah hanya berharap, aksi main hakim sendiri di negeri ini tak lagi terulang.
“Saya berharap agar tidak ada kasus main hakim sendiri lagi sampai menghilangkan nyawa seseorang. Cukup keluarga saya saja.”
Harga sebuah rokok elektrik atau vape harus dibayar dengan nyawa.
Abi Qowi Suparto, pemuda 22 tahun, tewas akibat pendarahan otak setelah dianiaya beramai-ramai, karena dituduh mencuri vape.
Rosani Nina Sari, Ibunda Abi terpukul mengetahui kenyataan anaknya tewas dianiaya. “Saat ini saya belum bisa pulang ke rumah, aku masih belum kuat, aku masih mengingat aku punya anak satu yang masih belum tuntas, yang harusnya masih harus aku urus.”
Keluarga tidak tahu menahu tentang kasus pencurian yang dituduhkan pada anaknya, kabar pertama diterima saat Abi telah dalam kondisi kritis.
“Pertama aku tidak tahu anakku diduga mencuri vape, malam tanggal 28 ayahnya mendapat telepon memberitahukan Abi dalam kondisi kritis.”
Mengetahui fakta bahwa Abi tewas dianiaya, keluarga menuntut keadilan dengan menempuh jalur hukum.
“Sebenernya saya sudah mengikhlaskan, tapi 2 hari setelah acara tahlilan, datang temennya Abi menunjukan video penganiayaan Abi, keponakanku telepon ke abangnya, bilang ini tidak bisa dibiarkan, harus dilaporkan ke polisi, nanti banyak peristiwa seperti Abi lagi.” Kata Rosani, Ibu Abi, korban aksi main hakim sendiri.
Saat ini 5 pelaku penganiayaan atas Abi telah diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, sementara 1 orang terduga pelaku lainnya masih buron.
Aksi main hakim sendiri menjadi ironi di tengah status Indonesia sebagai negara hukum. Bahkan kasus main hakim sendiri tak hanya sekali dua kali terjadi di negeri ini. Kerap para korban amuk massa diadili ramai-ramai tanpa dikonfirmasi atau kesempatan membela diri. Sepanjang tahun 2014-2015 tercatat ada 4.660 kasus main hakim sendiri, dengan rata-rata 6 kematian per minggu.
Hukum harus ditegakkan, pelaku atau aktor intelektual harus diadili jika ingin memutus mata rantai aksi main hakim sendiri.
“Ini adalah tindakan kriminalitas, ini bukan fenomena sosial, karena kalau disebut fenomena sosial, ini akan menjadi alasan bagi banyak pihak untuk mengatakan bahwa saya bebas dari perilaku ini, karena saya juga adalah korban dari ketidakadilan, dan sebagainya.” Pengamat sosial, Devie Rahmawati.

Minggu, 08 April 2018

review MUSLIHAT BISNIS UMROH TANGGAL 08 APRIL 2018


MUSLIHAT BINIS UMROH
Mereview acara mata najwa tanggal 08 april  2018
Dengan pemilik acara mata najwa
najwa shibab
Modus perusahaan travel yang bermasalah yakni menawarkan perjalanan umrah dengan biaya murah berkisar Rp14-15 juta, dengan kedok harga promo.Polri mengungkap, "Ketika kita sidik kasus First travel, dana yang ada dalam rekening perusahaan sangat menyedihkan, hanya ditemukan uang Rp 1 juta." "Jualan umrah murah jadi beban perusahaan tersebut hingga perusahaan gagal memberangkatkan. Nasib jemaah yg belum berangkat tergantung pendaftar jemaah baru,"jelas Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Panca Putra.
Sementara anggota DPR Arteria Dahlan menyatakan," Saat saya di komisi VIII, saya mendengar statemen orang Kementerian Agama yang menyalahkan jemaah karena tergiur harga murah. Ini membuat geram." "Dalam rapat di DPR beberapa waktu lalu, saya sudah berusaha sopan, berusaha santun, tapi saya terlalu geram untuk menahan kata-kata itu," lanjut Arteria Dahlan. Pernyataan anggota DPR ini ditanggapi Menteri Agama," Kasus ini harus kita lihat secara komprehensif, ini seperti fenomena gunung es. Umrah ini kan urusan masyarakat, namun memang masalah regulasi menjadi persoalan."
YLKI menambahkan,"Ini masalah dari hulu dan hilir. Pemberian ijin terlalu jor-joran diberikan tapi seleksinya dan kriterianya tidak jelas. Padahal ini ceruk pasar yg sangat menggiurkan, sehingga sangat mungkin ada pihak-pihak yang ingin meraup untung."
Dalam setahun 160.000 orang menjadi korban bisnis umrah. Total uang yang ditilap dari korban mencapai lebih dari 3 triliun rupiah.
Tawaran umrah murah memang menggiurkan, tapi sayang banyak yang hanya berkedok mendulang rupiah.
Dugaan penipuan travel Amanah Bersama Ummat Tours atau Abu Tours yang paling akhir terjadi misalnya melibatkan uang korban hingga Rp 1,8 triliun.
Salah satunya seorang tukang becak usia 64 tahun yang sangat ingin ke tanah suci. Ia memaksa diri menabung dari nafkah Rp 50.000 per hari selama 8 tahun. Namun semuanya kandas. Gagal umrah, uang Rp 16 juta pun melayang.

Permasalahan tak hanya dihadapi calon jemaah Abu Tours yang berjuang untuk berangkat ke tanah suci. Yang telah diberangkatkan pun mengalami beragam permasalahan. Ditelantarkan tanpa kejelasan. Muhammad Syahban Munawir, korban Abu Tours sempat terlantar.
Sesampainya di Bandara King Abdul Azis, ia terlunta-lunta, tak ada pihak Abu Tours yang menjemput.  Ia harus berkeliling di Madinah untuk mencari hotel.
Salah satu agen travel Abu Tours menyatakan penyesalannya. Sambil menitikkan air mata, katanya, "Jemaah saya mayoritas orang-orang tidak mampu, yang pasrah. Ini menjadi beban moral bagi saya." Pernyataan ini ditanggapi tukang becak calon jemaah, korban Abu Tours, "Saya pasrah, sabar saja, karena bukan saya saja yg mengalami hal ini, yang senasib dengan saya." Setahun berlalu, nasib para korban travel umrah First Travel masih terkatung-katung. Anak korban First Travel menuturkan, "Pertama kali saya membayar Rp 17 juta untuk ibu saya dan telah menunggu selama setahun, sejak Desember 2016 hingga Januari 2017.”
“Ibu saya sudah dijadwalkan diberangkatkan. Ibu saya sudah datang ke Jakarta dari kampung, tapi malah dibatalkan. Itu yg membuat sakit hati."
"Pada tanggal 2 April saya diminta tambah Rp 2,5 juta untuk bisa diberangkatkan, ternyata saat ramadan 2017, kembali batal berangkat."
"Masalahnya saya yang mengurus proses pemberangkatan untuk ibu dan keluarga saya sehingga jadi beban moral bagi saya."
"Ibu saya meninggal 24 Agustus 2017, dalam penantian, tanpa berhasil berangkat ke tanah suci."
Menteri Agama menanggapi, "Kisah para korban umrah murah ini membuat geram."
Lebih lanjut Menteri Agama menuturkan, "Sejak peristiwa First Travel, kami betul2 perketat regulasi dan pengawasan. Selama ini kami merasa baik2 saja, namun sejak 4 tahun terakhir mulai muncul masalah umrah karena meningkatnya animo jemaah umrah." Modus perusahaan travel yang bermasalah yakni menawarkan perjalanan umrah dengan biaya murah berkisar Rp14-15 juta, dengan kedok harga promo.
Polri mengungkap, "Ketika kita sidik kasus First travel, dana yang ada dalam rekening perusahaan sangat menyedihkan, hanya ditemukan uang Rp 1 juta."
"Jualan umrah murah jadi beban perusahaan tersebut hingga perusahaan gagal memberangkatkan. Nasib jemaah yg belum berangkat tergantung pendaftar jemaah baru,"jelas Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Panca Putra. Sementara anggota DPR Arteria Dahlan menyatakan," Saat saya di komisi VIII, saya mendengar statemen orang Kementerian Agama yang menyalahkan jemaah karena tergiur harga murah. Ini membuat geram." "Dalam rapat di DPR beberapa waktu lalu, saya sudah berusaha sopan, berusaha santun, tapi saya terlalu geram untuk menahan kata-kata itu," lanjut Arteria Dahlan.
Pernyataan anggota DPR ini ditanggapi Menteri Agama," Kasus ini harus kita lihat secara komprehensif, ini seperti fenomena gunung es. Umrah ini kan urusan masyarakat, namun memang masalah regulasi menjadi persoalan."
YLKI menambahkan,"Ini masalah dari hulu dan hilir. Pemberian ijin terlalu jor-joran diberikan tapi seleksinya dan kriterianya tidak jelas. Padahal ini ceruk pasar yg sangat menggiurkan, sehingga sangat mungkin ada pihak-pihak yang ingin meraup untung." Penipuan umrah murah masih terus marak terjadi, bahkan dilakukan biro travel umrah berizin. Fakta ini memicu perdebatan antara Menteri Agama dan anggota DPR Arteria Dahlan.
"Justru karena sudah berizin, membuat korban semakin banyak karena tak menaruh kecurigaan. Jadi masalahnya ada di regulasi penerbitan izinnya. Kasih warning dong ke konsumen, blacklist travel yg menawarkan harga di bawah batas bawah, " kata Arteria Dahlan. Dijawab Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin," Jangan hanya berargumen dan melontarkan tudingan. Regulasi itu ada, tapi kita baru tahu ada persoalan setelah ada kejadian wanprestasi. Awalnya kan dengan Rp 15 juta jemaah tetap bisa diberangkatkan. Baru belakangan diketahui merekan menggunakan skema ponzi setelah muncul persoalan. Sekarang kita sudah perketat regulasi, harga minimum ditetapkan 20jt, jadwal tunggu maksimal 3-6 bulan."
Arteria Dahlan masih mempertanyakan, "Kok kejadian di tahu 2016 baru dicabut 2017. Seperti First Travel kan sudah kita sounding sejak setahun yg lalu, tapi tidak segera ditangani."
Total ratusan ribu calon jemaah umrah gagal berangkat, dana yang mereka setor pun melayang. YLKI melihat respon pemerintah sangat lamban dalam menghadapi kasus umrah murah. Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menyatakan, "Kalau sekarang memperketat regulasi, itu belum menyentuh substansi masalahnya. Itu hanya menyentuh kulit-kulitnya saja." Sementara Menteri Agama menyatakan, "Kontrol lebih sulit, karena ternyata ada perusahaan, seperti First Travel, yang tak tergabung ke asosiasi."
Sekjen Asosiasi Penyelenggara Haji dan Umrah Firman M. Nur menyatakan, "Perlu kecerdasan dari semua pihak, kita harus pastikan biro tersebut berizin, dan cek rasionalitas harga yg ditawarkan. Sistem MLM dan skema ponzi tidak boleh diterapkan di bisnis travel umrah." Sejumlah biro travel umrah bermasalah tengah diproses hukum. Namun nasib para calon jemaah masih terkatung-katung. Menteri Agama menyatakan, "Pertama harus tunggu putusan pengadilan, untuk mengetahui total aset. Nah jika aset tak mencukupi maka harus ada keputusan politik, apakah akan menggunakan APBN untuk menutup tragedi ini. Masalahnya, ini bisa jadi preseden, nanti perusahaan travel lain akan memandang rendah hukum, toh kalau gagal memberangkatkan jemaah negara akan menanggungnya."
Ditanya tuan rumah Mata Najwa, Najwa Shihab, Polri juga menjelaskan, "Saat polisi tangani kasus ini, Kapolri telah mengarahkan untuk bentuk satgas menangani para korban, dengan bekerja sama berbagai pihak untuk mengumpulkan dan menyita aset perusahaan." Yang menjadi kejutan, seorang penonton menelepon Trans7 dan menyatakan keinginannya memberangkatkan salah satu korban biro travel Abu Tours, Umarreng yang berprofesi sebagai tukang becak. Najwa Shihab menjembatani, melalui sambungan telepon secara live, "Apa yang membuat Bapak ingin memberangkatkan Pak Umareng?" Penonton Mata Najwa menjawabnya, "Saya tersentuh dengan kisah Pak Umar dan insya Allah akan membantu memberangkatkan pak Umar dan istri ke tanah suci." Umareng sang tukang becak pun menyatakan syukurnya. Menutup episode Muslihat Umrah Murah inilah Catatan Najwa: Kerinduan pada Tuhan seringkali tak tertahankan, hasrat menggebu kepada Dia Yang Maha Dipertuan. Tanah Suci menjelma mimpi yang datang bertubi, panggilan yang berdentang kencang di dalam hati. Semua rintangan rasanya dapat dilewati, segala bea rela dicicil setiap hari. Celakalah mereka yang tega-teganya menipu, ribuan umat yang berdebar menanggung rindu. Meraup untung demi hidup penuh kemewahan, mengeksploitasi iman demi menimbun kekayaan. Tidak bisa tragedi demi tragedi terus dibiarkan, negara mesti serius mencegah kemungkaran. Sudah terlalu banyak warga yang menjadi korban, praktik lancung mengatasnamakan peribadatan. Mari lebih berhati-hati dan saling mengingatkan, jangan mudah tergiur murahnya bea perjalanan.

Jumat, 30 Maret 2018

review mata najwa tanggal 28 maret 2018



GADAI NYAWA DI NEGERI ORANG
Mereview acara mata najwa tanggal 28 maret 2018
Dengan pemilik acara mata najwa
najwa shibab
            Indonesia konon negri yang amat kaya raya tapi tak semua rakyat bisa menikmatinya.  Sawah dan ladang di gantikan pabrik dan perkebunan warga terpaksa jadi penonton di tanah kelahiran. Sebagian mengaduh nasib sampai keluar negeri walaupun keterampilan kerap terbatas sekali. Lalu berdatanganlah rentekan cerita yang bikin ngeri TKI yang ekspolitasi sampai hukuman mati. Sampai kapan pekerja kita menajdi korban ganasnya nasib pekerja di tanah perantauan.  Inilah mata najwa “ GADAI NYAWA DI NEGERI ORANG “.
            Part #1 lagi – lagi buruh migran terancam dipancung di Arab Saudi
            Kita baru saja terkejut eksekusi mati terhadap buruh migran lagi – lagi terjadi. Sepekan lalu warga Bakalan Madura zainal muslim untuk hukum pancu dan setelah membunuh majikannya.  Dan sudah hadir di studio yaitu Iti Sarniti sebagai ibu buruh migran yang divonis mati.  Memilki anak yang bernama Tuti yang saat ini sedang menunggu eksekusi. “ kapan tuti berangkat ke Arab Saudi ??” tanya Najawa. : pada tahun 2010 berangkat bersma saya,  Cuma beda majikan aja, waktu kontraknya masih 2 tahun.  Selam 3 bulan masih bisa berkomunikasi, selanjutnya sampai 6 bulan tidak kontek lagi dengan tuti. Saya bilang kepada majikan saya kalau saya gak sanggup bila di kontrak 2 tahun. Bagaimana kalau saya mintak 1 tahun saja ?.  alkhamdulillah majikan saya baik waktu itu saya pulang lebih dahulu. Ketika saya mendengar kabar anak saya yang bermasalah, kaabr yang beredar bahwa tuti membunuh majikannya dan saya masih gak percaya kalau tuti seperti lalau saya berusaha ke SBMI ke bu lisma. Setelah 2011 udah ke bebrapa tempat ke kantor DPR. Dan permohonan say di terima tahun 2012 untuk berangkat ke Arab Saudi dan saat saya berangkat dan bertemu tuti dan saya bertanya bagamaina hal itu bisa terjadai dan tutipun menjawaba “ ya habisnya mak gimana gak keselkan orangnya udah tua mengajak melakukkan hal negatif itukan gak mukin. Karena saya udah kesel ama majikan saya dan akhirnya tuti mendorong itu kakek, yang pakai kursi roda itu sampai jatuh. Setelah itu di bawa ke RS dalam 3  hari baru meninggal”. Namun saya berusaha terus makasih kepada SBMI  terutamanya ke Pak Pardi  dan ke pak Iqbal. Pendapat Bapak Hariyanto selaku Ketua Umum Serikat Buruh Migran Indonesia “ ada cerita yang sangat tragis yang harus kami samapaikan disini si Tuti menghindar dari kakek ketika keluar dia diterima oleh ada beberapa orang 5-9 orang. Dan berdalih ingin membantu Tuti perjalanan mereka sampai mekkah. Dan apa yang terjadi disitu Tuti dia mengalami pelecehan seksual dan di gilir oleh 9 orang sampai pagi. Dan ini yang membuat kami sangat – sangat prihatin sekali pada saat itu, kami selain membantu hukumnya kami juga mempertanyakan bagaimana dengan 9 orang ini yang telah melecehkan si TUTI ??. Bukan itu saja tetapi 9 orang ini barang ini di pegang.
            Part #2 curahan hati anak zaini
            Hukum pancung terhadap zaini Misrin buruh migran asal Bakalan Madura di lakukkan di tengah sejumlah kejanggalan serta proses hukum yang di ajukan oleh pemerintah. “Bagiamana kondisi almrh zaini selam menjalani hukuman” tanya najwa. Menurut anak pertamanya yaitu Saiful Toriq bahwa keluar baru menegtahui kabara dari pamannya yang ada di Arab Saudi memebri tahu bahawa abah sudah tidak ada. Terakhir komunikasi 1 hari sebelum eksekusi bilang bahwa besoknya umik mau berangkat ke jeddah beliau ambil cuti sudah 2 bulan dan dai mau balik tanggal 17 maret dan tanggal 18 maret abah di eksekusi dan umi pun tidak mengetahui kalau abah terkena hukuman mati. Menurut anak keduanya yaitu Musftofa Kurniawan bertemu ayahnya lansung hanya sebanyak 4 kali dan itupun pertemuan ke 2 dan ke 4 di fasilitasi oleh peemrintahan. Sedangkan kalau Toriq bertemu sebanyak 2kali sebelum abah berangkat ke saudi. Perlakukaan di penjara sangatlah kejam.  Awal kejadian majikan di bunuh di kamar dan ada 2 orang yang berpakaian syafari dan tangan abah di bolgor di bawa di penjara dan abah tidak tau apa apa. Sedangkan pendapat dari Wahyu Susilo sebagai Direktur Eksekutif Migran Care “bahwa di ketahui oleh pemerintah 2008 dengan penjelasan anak nya bahwa peradilan yang dialami oleh zaini adalah pengadilan sesat karena dia di paksa mengaku hal yang tidak dia lakukkan”. Toriq juga kefikirana dengan umiknya yang dia ajak berhubungan intim dengan majikannya dengan cara majikan menyodorkan uang dan membuka pakainya di depan umiknya.
            Part #3 seruan korban pancung kepada Presiden
            “Kenapa Mustofa memebrikan surat ke pada Pak Jokowi ?” tanya najwa. Harapan saya agar tidak terulang kembali masalah ini. Dan saya beterima kasih kepada pemerintah yang telah membantu. Suart yang dikirim untuk presiden:
“Titipan suratku untuk presidenku Bapak Jokowi di Jakarta. Perkenalkan nama saya Mustofa Kurniawan anak kedua dari zaini Misrin yang menjadi korban dari hukuman pancung Arab Saudi. Sebelumnya melalui tulisan tangan ini, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Pak Presiden dan Pemerintah indonesia yang telah maksimal membantu saya untuk bertemu dengan abah saya. Seumur hidup saya,  selama hidup saya saya bertemu dengan abah saya hanya 4 kali satu kali pada usia 3 tahun dan yang tiga kali di fasilitasi oleh permerintah itupun hanya itungan jam karena sambil dikawal oleh kepolisian Arab Saudi. Dalam suasana sedih tak ada yang saya perbuat, saya mendoakan abah supaya tenag di alam sana. Dan mukin sudah menjadi takdir abah ajalnya sudah ada di tangan Algojo. Meski telah melalui perjuangan yang panjang, selama 14 tahun mencari keadilan namun keadilan hanya sebatas mutiabah. Bahkan ketika terakhir dengan abah beliau masih tetap optimis bahwa akan bebas karna abah sangat tidak bersalah dan tidak pernah melakukkan hal yang di tuduh. Abah sempat bilang, nak sebentar lagi kita akan kumpul di Madura, ini yang membuat saya sedih dan yang terpukul ternyata mimpi itu kandas dan bahkan zenajah abahpun tak bisa kembali ke Madura. Inilah takbir abah saya jauh dari ayah semenjak kecil menjadi hari – hari saya. Abah dan umik saya sama – sama TKI di ArabSaudi. Mencari uang untuk menghidupi saya dan kakak saya. Bagi saya umik saya di hari – hari kedepan pasti sangat menantang. Saya khawatir ternyata akan terjadi apa – apa dengan umik saya di Arab Saudi namun disisi lainlah umik sumber kehidupan keluarga saya. Semoga tuhan membrikan petunjuk dan kekuat untuk menjalani ini semua. Saya berharap ke pada Pemerintah semoga yang terjadi kepada abah tidak akan tejadi lagi buat TKI – TKI yang lain. Semoga yang menimpah saya tidak terjdai untuk anak indonesia lainya. Saya beroda semoga kedepan ada kehidupan yang lebih baik bagi saya. Terimaksih Pak Presiden dan Pemerintah Indonesia.
Bakalan, 20 Maret 2018
Mustofa Kurniawan.”.
Part #4 adelian pulang tinggal nama
            Kisah tragis yang alami oleh buruh migrah yang beasala dari NTT adalah Adelian S. Ditangan majikannya meninggalkan luka mendalam untuk keluarga. Adelian di siksa selama bekrja, hingga tewas di RS. Kasus Adelian menyisahkan tanda tanya terkait dengan kasus perdagangan manusia. Sudah hadir di mata njawa yaitu ibunda dari adelina bernama Yohana Banunaek dan juru bicara keluarga adelina Sau yaitu Amrosius Ku.  Kondisi ibundanya masih trauma dan keluarga juga. Adelina dalah putri ke dua adalah anak yang arjin dan membantu orang tua, sebelum terjadi hal itu sudah menjadi TKI dengan usia 15 tahun yang mengajak yaitu calo. Pada pemberangkatan kedua ibudannya tidak mengizinkan dan terakhir itu keluarga melihat adelina yang bersikukuh ingin berangkat dan calo itu memberikan uang sebesar Rp. 200.000.
            Part # 5 sindikat bisnis manusia
            Awal mendengarkan kabar bahwa adelina meninggal dari siapa ? “ tanya najwa”. dari pendeta kecamatan meminta nomor kami dan kami di telpon memberikan bahawa adelina meninggal pada awlanya keluarga tidak percaya bahwa namanya tidak sama akhirnya di rumah adelina di datangi oleh polsek dan menunjukan foto ke keluraga selama ini keluarga tidak tau bhawa maslah apa yang terjadi sehingga adelina di bunuh. Menurut Wahyu Susilo selaku Direktur Eksekutif Migrasi care  “ bahwa kasus ini kerancuan atau kejanggalan yang bermunculan. Berita tersebut merupaka jaringan jejaringan kematian yang harus di tuntaskan. Sedangkan menurut Marulia A. Hasoloan selaku Ditjen Binapenta & PKK Kementrian Ketenagakerjaan “ bahwa dalama kasus adelina ini ada pemalsuan data yang di buat oleh sidikat. Dan kami juga memprotes dan menuntut hukuman yang seberat – beratnya”.
            Adapun modus yang di gunkan dalam pedagangan orang :
è Penculikan
è Kerja paksa
è Pengiriman buruh migran perempuan
è Pengiriman PRT Domestik
è Pekerja seks
è Perbudakan
è Pengantin pesanan
è Pekerja anak
è Pengambilan organ tubuh
è Adopsi anak
è Penghabaan
è Duta seni/ budaya/ beasiswa
Sebagaimana rapi dan terorganisasikan sih mafia perdagangan manusia ini ? tanya najwa. Menurut Wahyu Susilo yaitu saya kira batas antara  peenmpatan buruh migran dengan pedaganagan manusia sangat tipis sekali. Dan memiliki rekrutmen untuk mencari orang.
      Part # 6 satinah lolos hukuman pacung di Arab Saudi
            Saya 3 kali pergi keluar negeri, pertama tahun 1998 pulang tahun 2000 berangkat lagi pulang terakhir ini saya awalnya gak mau berangkat tapi saya terpaksa berangkat buat memilki rumah sendiri. Pada kerja disana itu cerewet,suka mukul dan emosi. Kalau gula darah naik dan saya buatkan minum dan saya dipukul dengan pengaris dan emosi dan saya ikut emosi dan akhrnya saya mengambil barang yang ada idsekitar saya dan saya pukulkan lalu juragan saya tergeletak dan saya lihat sudah meninggal dan saya lari dan bertemu polisi dan di tanya oleh polisi mau kemana dan saya bilang ingin cari taksi ke dutaan dan polisi mempersilakan saya dan saya mencari suarat pengantar dan saya ketangkap di kanor polisi tersebut dan tas itu berisi uang dan cicin.
            Waktu pertama ada pengacara dari indonesia yang bantu dan pihak KPRI menegok saya. Dan memintak tolong untuk memebrikan pesan yang saya berikan.
            Part # 7 selam * tahun di Penajra di Arab saudi
            Seperti apa kondisi penjara saat ibu di penjara ? tanya najwa. ya namanya penjara ya seperti itu dan pertama saya di ruang isolasi dan di interview dan say udah ngaku tapi tetap di tanya dan di susruh ngaku akalau da hubungan dengan sopir. Selama 6 tahun bekerja di penjara saya mau kerja untuk anak saya di indonesia, jadi itu semua dukungan keluarga saya bisa lolos dan dari subangan maupun preesiden.

Kata – kata najwa :
Yang terindah ialah kerja dinegeri sendiri dekat dengan tanah kelahiran dan handai taulan. Tak dihisap sunyi senyap tanah asing apalagi ditindas sampai menjengking.  Namun hidup sering tak memebri pilhan tumpah darah kerap gagal penuhi harapan. Terpaksa jauh merantau demi masa depan menyambng nasib untuk keluarga di kampung halaman. Dengan bekala yang seringkali pas – pasan mengambil resiko pergi ke negeri sebrang.  Triliunan devisa datang dari keringat TKI memebrikan makan dan penghidupan jutaan famili. Mereka bukanlah warga kelas dua bukan pula udak untu di siksa. Jika negara belum mensejahterakan negeri sendiri tolong lindungi pekerja migran dengan sepenuh hati. Semoga tak ada lagi nyawa pekerja kita yang tersia- sia jangan sampai keluaraganya bertanya : “dimanakah negara ?”.

Review Bangkit dari teror tanggal 23 mei 2018

Bangkit dari teror Mata najwa tanggal 23 mei 2018 Sesi pertama: alasan ipda denny peluk terdakwa teroris aman abdurrahman.          ...